1.Pusat kegiatan pelajar. Sebagai community web distance learning, maka harus menjadi sarana bagi pusat kegiatan pelajar, diantaranya menambah kemampuan, membaca materi pelajaran, mencari informasi, dan sebagainya. Untuk itu, institusi perlu merancang sebaik mungkin web yang disajikan sehingga dapat menampung semua kebutuhan pelajar. Institusi juga harus membuka diri kepada pelajar sehingga penjaringan ide bagi pengembangan aplikasi yang ada dapat berjalan lebih cepat. 2.Interaksi dalam kelompok. Para pelajar harus dapat saling berinteraksi satu sama lain walaupun tidak berada pada satu tempat/ruangan yang sama. Pelajar dapat saling berdiskusi tentang materi yang diberikan oleh para pengajar. Pengajar dapat hadir dalam diskusi ini dengan memberikan ulasan awal sebelum diskusi dimulai. Oleh karena itu, institusi yang benar-benar terjun dalam pola distance learning harus pula mempersiapkan aplikasi yang dapat menjalin interaksi antara semua komponen yang terlibat dalam pengajar. 3.Sistem administrasi pelajar. Dalam distance learning pelajar tidak hadir secara fisik pada institusi yang ada, maka format administrasi yang perlu dibangun akan lebih komplek bila dibandingkan pola pendidikan konvensional. Perlu dikembangkan juga aplikasi yang memungkinkan pelajar untuk mengetahui statusnya (prestasi). Jumlah sistem kredit semeter (SKS) yang telah ditempuh, mata pelajaran yang akan diambil pada semester selanjutnya, cara pembayaran biaya pendidikan, dan sebagainya. Hal yang tidak boleh diabaikan adalah adanya jaminan keamanan terhadap data pribadi para pelajar. Kerahasiaan data mutlak dan tidak boleh dijual kepada pihak lain. Dengan demikian suatu institusi perlu melengkapi diri dengan aplikasi keamanan jaringan internet. 4.Evaluasi materi. Evaluasi sangat penting dilakukan agar pelajar maupun institusi pendidikan dapat mengetahui sejauhmana efektifitas pendidikan yang dilakukan. Evaluasi ini juga membantu pelajar dalam mengetahui tingkat pemahaman materi yang disajikan. 5.Perpustakaan digital. Dalam distance learning, perpustakaan digital merupakan hal yang wajib. Tanpa adanya perpustakaan digital, maka pelajar akan mengalami kesulitan dalam mencari literatur yang dibutuhkan dalam proses pendidikan. Ketidakhadiran perpustakaan digital akan sangat menurunkan kualitas pendidikan yang ada karena pelajar tidak mampu hadir secara fisik untuk memperoleh sumber informasi pendidikan yang dimiliki oleh institusi pendidikan tersebut. Materi yang ada dalam perpustakaan digital hendaknya tidak hanya berupa buku, tetapi juga literatur berbentuk video, audio, dan image. 6.Materi online pendukung. Selain perpustakaan digital yang menyajikan sumber ilmu yang dimiliki oleh institusi pendidikan, pelajar juga harus diberi link ke sumber informasi lainnya. Situs-situs pendukung yang sekiranya mampu meningkatkan pemahaman pelajar terhadap materi yang ada perlu disajikan dalam aplikasi distance learning. Pelajar juga harus diberikan kesempatan untuk dapat mengisikan link pada aplikasi ini, sehingga pelajar lain dapat memperoleh manfaat yang lebih progresif. Dengan keterlibatan pelajar, diharapkan tumbuh loyalitas untuk saling berbagi informasi sehingga dapat membantu pelajar lain dalam memperoleh manfaat dari distance learning ini.
tentang saya
saya itu orangna baik,trus taq pernah iseng. Saya memilikikebiasaan menjaili orang. hoby saya adalah maen bola,bulutangkis.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar